www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


DPRD Kampar Buka Peluang Tambah Anggaran untuk Guru MDTA di APBD Perubahan
Rabu, 06 Mei 2026 - 17:10:00 WIB
ist.
ist.

BANGKINANG – Komisi II DPRD Kampar meminta dilakukan verifikasi dan validasi ulang terhadap data penerima insentif guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) setelah terjadi pengurangan jumlah penerima bantuan pada 2026.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Kementerian Agama Kabupaten Kampar, serta perwakilan guru-guru MDTA Kabupaten Kampar.

Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengatakan jumlah penerima insentif yang bersumber dari APBD mengalami penurunan dari sekitar 3.600 guru menjadi 3.082 orang.

Artinya, terdapat sekitar 518 guru yang berpotensi tidak lagi menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan.

Menurut Tony, pengurangan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah disebabkan ketidaksesuaian kriteria penerima atau persoalan pendataan.

Ia menyebut DPRD menduga belum sinkronnya data antara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dinas terkait, dan Kementerian Agama menjadi penyebab utama persoalan tersebut.

Komisi II DPRD Kampar meminta pembaruan data secara menyeluruh agar bantuan benar-benar tepat sasaran serta menghindari adanya data ganda, guru yang tidak aktif, maupun lembaga yang sudah tidak beroperasi.

Selain itu, DPRD juga membuka peluang penambahan anggaran melalui APBD Perubahan apabila ratusan guru tersebut masih aktif dan belum menerima bantuan dari sumber lain.

Pemerintah daerah juga diminta mempertimbangkan sumber pembiayaan lain seperti APBN, dana desa, hingga insentif untuk guru yang telah tersertifikasi.

Sementara itu, data Kementerian Agama Kabupaten Kampar menunjukkan jumlah guru madrasah non-PNS di Kampar mencapai 2.992 orang. Namun, hanya 667 guru yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), sehingga masih terdapat 2.325 guru yang belum memperoleh bantuan.

Kementerian Agama juga menyebut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp39 miliar untuk guru agama di sekolah umum.

Ketua FKDT Kampar, Syamsul Hidayat, mengungkapkan dari total 3.099 guru MDTA, hanya 2.865 orang yang menerima insentif pada 2025, sementara 234 guru lainnya belum pernah memperoleh bantuan.

Ia juga menyoroti penurunan anggaran insentif guru MDTA yang sebelumnya mencapai Rp21,348 miliar pada 2019, kemudian turun menjadi Rp12,960 miliar pada 2024 dan 2025.

FKDT meminta kuota penerima insentif dikembalikan menjadi 3.600 guru seperti sebelumnya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar menyebut persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan data dan keterbatasan anggaran.

Pemerintah daerah, kata Disdikpora, memberikan kuota penerima kepada Kementerian Agama sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Disdikpora juga menemukan adanya penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, seperti guru yang telah menerima sertifikasi atau mengajar di lembaga yang sudah memperoleh dana BOS, termasuk adanya pencampuran data antara MDTA, pesantren, dan madrasah.

Pemerintah daerah menegaskan proses verifikasi data merupakan kewenangan Kementerian Agama, sedangkan dinas hanya berperan dalam penganggaran.

Meski demikian, koordinasi lintas sektor akan diperkuat guna memperbaiki sistem pendataan penerima bantuan.

Sebanyak 518 guru yang belum terakomodasi direncanakan akan diupayakan masuk dalam skema pembiayaan APBD Perubahan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah.

DPRD Kampar memastikan akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga tuntas.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved