www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Razia Tempat Hiburan Jaring 5 Pasangan, DPRD Pekanbaru Minta Pengelola Ikut Diperiksa
Rabu, 30 September 2026 - 20:14:23 WIB
Satpol PP Pekanbaru razia bisokop mini dan jaring lima pasangan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Satpol PP Pekanbaru razia bisokop mini dan jaring lima pasangan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Razia tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru kembali membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar keberadaan pasangan muda-mudi di ruang privat.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Muhammad Zahirsyah meminta pengawasan juga diarahkan kepada pengelola usaha untuk memastikan izin, operasional, serta perlindungan terhadap pengunjung di bawah umur benar-benar dipenuhi.

Pernyataan itu disampaikan Zahirsyah setelah Satpol PP Kota Pekanbaru menggelar patroli dan razia di sejumlah tempat hiburan pada Selasa (29/9/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan lima pasangan muda-mudi yang ditemukan berada berduaan di sejumlah bioskop mini.

Menurut Zahirsyah, operasi semacam itu perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Razia yang hanya berlangsung sesekali dinilai belum cukup untuk memastikan tempat hiburan menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan.

"Melihat adanya patroli dan razia Satpol PP terhadap tempat-tempat hiburan seperti bioskop mini dan karaoke, kita memang sangat mendukung kegiatan tersebut," kata Zahirsyah, Rabu (30/9/2026).

"Tetapi kita minta kegiatan razia itu rutin dan tidak hanya dilakukan sekali, harus dilaksanakan rutin," sambungnya.

Zahirsyah menilai pemeriksaan terhadap pengunjung tidak boleh menjadi satu-satunya fokus dalam penertiban.

Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memastikan pengelola tempat hiburan memenuhi seluruh persyaratan usaha yang berlaku.

Mulai dari legalitas perizinan, kelengkapan operasional hingga mekanisme pengawasan terhadap pengunjung perlu menjadi bagian dari pemeriksaan. Dengan demikian, razia tidak berhenti pada penindakan terhadap individu, tetapi juga menyentuh aspek kepatuhan pengelola usaha.

"Kita minta juga kegiatan razia patroli tersebut tidak hanya memfokuskan terhadap pengunjung, tetapi juga kepada tempat yang memiliki usaha tersebut," sebutnya.

"Perlu dicek betul izin dan juga kelengkapan lainnya agar tidak melanggar prosedur yang ada," tambahnya.

Politisi Partai Demokrat tersebut juga meminta pengawasan terhadap batas usia pengunjung diperketat.

Menurutnya, tempat hiburan dengan ruang privat berpotensi menjadi lokasi yang disalahgunakan jika tidak memiliki kontrol terhadap usia dan perilaku pengunjung.

Perlindungan terhadap pelajar dan anak di bawah umur, kata dia, harus menjadi salah satu pertimbangan dalam pengawasan tempat hiburan di Pekanbaru.

"Kita tidak ingin anak-anak pelajar atau anak-anak di bawah umur menyalahgunakan tempat tersebut untuk menjadi tempat tindakan asusila, penyalahgunaan narkotika dan lain-lain," tegasnya.

Karena itu, pemeriksaan terhadap tempat hiburan dinilai tidak cukup hanya dilakukan ketika ada laporan atau operasi gabungan.

Pengawasan berkala dibutuhkan untuk memastikan aturan mengenai operasional, usia pengunjung dan penggunaan ruang privat benar-benar diterapkan.

Dalam operasi Selasa malam, personel Satpol PP Pekanbaru mendatangi sejumlah lokasi hiburan, termasuk karaoke dan bioskop mini.

Pengawasan dilakukan di beberapa titik yang menjadi kawasan aktivitas hiburan masyarakat.

Lokasi yang disasar antara lain kawasan Jalan Tuanku Tambusai, Jalan HR Soebrantas dan sekitar Mall SKA.

Lima pasangan yang ditemukan berduaan di sejumlah bioskop mini kemudian diamankan petugas dalam kegiatan tersebut.

Penulis: Mimi Purwanti
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved