www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Polemik Gerbang Jalan Pasir Bagan Punak Pesisir, Sutiyo Ungkap Kendala Tunda Bayar
Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:25:43 WIB
Anggota DPRD Rohil dari PAN, Sutiyo Pramono.(foto: afrizal/halloriau.com)
Anggota DPRD Rohil dari PAN, Sutiyo Pramono.(foto: afrizal/halloriau.com)

BAGANSIAPIAPI – Polemik pembangunan gerbang akses menuju Jalan Pasir di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), tidak hanya menyangkut realisasi proyek infrastruktur, tetapi juga memunculkan persoalan komunikasi antara wakil rakyat dan insan pers.

Anggota DPRD Rohil dari Partai Amanat Nasional (PAN), Sutiyo Pramono, membantah tudingan bahwa dirinya mengancam seorang wartawan yang sebelumnya mempertanyakan proyek tersebut.

Ia mengklaim pertemuan dengan wartawan itu di sebuah warung kopi di Bagansiapiapi berlangsung tanpa intimidasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan Sutiyo pada Kamis (29/10/2026) malam. Ia mengakui sempat bertemu dan berbincang dengan wartawan bersangkutan, tetapi membantah mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.

"Memang benar saya bertemu dengan oknum wartawan tersebut di salah satu warkop di Kota Bagansiapiapi, akan tetapi saya tidak ada mengancam atau apapun terhadap beliau, dan saksi juga banyak di warkop tersebut," tegas Sutiyo, Jumat (30/10/2026).

Menurut dia, pembicaraan saat itu berkaitan dengan pembangunan gerbang akses menuju Jalan Pasir yang merupakan usulan masyarakat setempat.

Sutiyo menyebut dirinya hanya memberikan penjelasan mengenai proses pengusulan hingga proyek tersebut akhirnya dikerjakan.

Di luar polemik tersebut, Sutiyo mengungkapkan bahwa pembangunan gerbang itu sempat menghadapi kendala serius.

Persoalan keterbatasan anggaran daerah dan skema pembayaran tunda bayar disebut menjadi salah satu alasan pekerjaan tersebut sulit mendapatkan kontraktor.

Ia mengaku mengusulkan pembangunan gerbang tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohil.

Usulan itu kemudian disetujui untuk direalisasikan, meskipun kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan.

"Alhamdulillah usulan itu ditunaikan oleh Dinas PUPR Rohil, walaupun kondisi anggaran kita sedang dalam defisit besar-besaran dan pola pembayarannya bisa jadi sistem tunda bayar," ungkapnya.

Sutiyo juga mengungkapkan bahwa pekerjaan pembangunan gerbang tersebut sebelumnya telah mendapatkan Surat Peringatan Pertama (SP1) akibat keterlambatan pelaksanaan.

Kondisi itu membuatnya berupaya mencari kontraktor lain agar pekerjaan tidak terbengkalai.

Namun, menurut dia, sejumlah rekanan tidak bersedia mengambil pekerjaan tersebut karena mempertimbangkan risiko pembayaran yang belum dapat dilakukan secara langsung.

"Sebelumnya kegiatan ini sudah mendapatkan SP1 karena masa pekerjaan terlambat. Saya berusaha mencari rekan-rekan kontraktor lain yang mau mengerjakan, tetapi tidak ada yang mau mengambilnya," katanya.

Selain persoalan pembayaran, Sutiyo menyebut pekerjaan itu memiliki tingkat kerumitan tersendiri dan belum sepenuhnya terakomodasi dalam perencanaan awal.

Situasi tersebut, menurut dia, berpotensi membuat proyek kembali terhenti apabila tidak ada pihak yang bersedia melanjutkan pekerjaan.

"Kalau ini tidak dikerjakan, maka ini akan dimatikan kembali. Apalagi hampir dua tahun saya menjadi anggota DPRD, dan baru kali ini saya mendapatkan kegiatan untuk membuktikan kinerja saya kepada masyarakat," ujarnya.

Untuk mencari jalan keluar, Sutiyo mengaku meminta bantuan istrinya mencari pihak yang bersedia mendukung kelanjutan pembangunan gerbang tersebut.

Melalui jaringan kenalan istrinya, ia kemudian bertemu dengan seorang pengusaha panglong atau pemasok bahan bangunan.

Pihak tersebut disebut bersedia membantu penyediaan material sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan.

Sutiyo menegaskan bahwa pelaksanaan proyek melibatkan pihak ketiga dan memiliki badan usaha berbentuk CV.

"Ini pihak ketiga yang mengerjakan, dan CV-nya juga jelas. Semuanya transparan. Kemarin itu cuma tidak ada yang mau mengerjakan karena alasan tunda bayar, dan kegiatan ini belum terakomodir sepenuhnya, makanya banyak rekan kontraktor yang menolak," jelasnya.

Meski demikian, penjelasan mengenai pihak yang memasok material, pelaksana pekerjaan, serta mekanisme pembiayaan tetap penting dibuka secara terang kepada publik.

Terlebih, proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah daerah yang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Transparansi mengenai nilai kontrak, sumber anggaran, progres pekerjaan, hingga mekanisme pembayaran menjadi aspek penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Sutiyo berharap pembangunan gerbang akses Jalan Pasir dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Bagan Punak Pesisir, terutama dalam membuka akses menuju Jalan Lingkar.

Penulis: Afrizal
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
  Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved