PEKANBARU – Wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Riau. Berdasarkan data September 2026, wisatawan Malaysia menyumbang 39,73 persen dari total kunjungan wisman yang tercatat melalui sejumlah pintu masuk internasional di Riau.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 5.157 kunjungan. Meski masih menjadi negara penyumbang wisman terbesar, secara keseluruhan kunjungan wisatawan asing ke Riau mengalami penurunan.
"Jumlah tersebut mengalami penurunan 1,95 persen dibandingkan Agustus 2026. Pada bulan sebelumnya, kunjungan wisman tercatat sebanyak 23.144 kunjungan berdasarkan gabungan data pintu imigrasi dan Mobile Positioning Data (MPD)," ujar Asep Riyadi di Pekanbaru, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan pintu kedatangan, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi akses utama wisatawan mancanegara dengan mencatatkan 2.620 kunjungan.
Sementara itu, jalur laut juga memberikan kontribusi terhadap kedatangan wisatawan asing ke Riau. Pelabuhan Bengkalis mencatat 1.112 kunjungan, disusul Pelabuhan Dumai sebanyak 786 kunjungan dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 639 kunjungan.
Selain melalui pencatatan di pintu imigrasi, BPS juga memanfaatkan Mobile Positioning Data (MPD) untuk memantau pergerakan wisatawan melalui sinyal telekomunikasi.
Berdasarkan metode tersebut, kunjungan wisatawan di Kabupaten Bengkalis tercatat mencapai 17.535 kunjungan. Data ini memberikan gambaran lebih luas mengenai mobilitas wisatawan mancanegara yang masuk dan beraktivitas di Riau.
Dari sisi negara asal, Malaysia menempati posisi pertama dengan kontribusi 39,73 persen. Berikutnya wisatawan asal Tiongkok sebesar 8,68 persen, Singapura 7,24 persen, dan Filipina 7,10 persen.
"Dari sisi negara asal, wisatawan Malaysia menjadi kelompok terbesar dengan kontribusi 39,73 persen dari total wisman. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Tiongkok sebesar 8,68 persen, Singapura 7,24 persen, dan Filipina 7,10 persen," urai Asep Riyadi dikutip dari MCRiau.
Meski Malaysia masih menjadi pasar utama pariwisata Riau, perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara secara tahunan justru menunjukkan tren penurunan.
Jika dibandingkan dengan September 2025, jumlah kunjungan wisman ke Riau mengalami penurunan sebesar 16,53 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Riau masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kunjungan wisatawan asing.
Penurunan kunjungan tersebut juga tercermin dari tingkat keterisian kamar hotel berbintang. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada September 2026 sebesar 47,28 persen.
Angka tersebut turun 2,71 poin dibandingkan Agustus 2026. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas sektor pariwisata dan perhotelan di Riau mengalami perlambatan pada periode tersebut.