www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dugaan Pemborosan Triliunan Rupiah, DPR Desak MBG Dihentikan dan Diaudit Menyeluruh
Jumat, 12 Juni 2026 - 18:08:08 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Charles Honoris, mendesak pemerintah menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah guna melakukan evaluasi total terhadap tata kelola program yang belakangan disorot karena dugaan pemborosan anggaran dan berbagai persoalan di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Charles menanggapi pengakuan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang mengungkap adanya pembengkakan ribuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang diduga berkaitan dengan praktik jual beli titik.

"Ini bukan persoalan kecil. Pernyataan Pak Zulhas harus menjadi alarm keras bagi pemerintah. Jika benar terjadi pembengkakan yang berpotensi menimbulkan pemborosan lebih dari Rp1 triliun setiap bulan, maka negara tidak boleh tinggal diam dan menganggapnya sebagai persoalan administratif biasa," kata Charles kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan program yang selama ini menyedot anggaran sangat besar dari APBN.

Charles menegaskan momentum libur sekolah harus dimanfaatkan pemerintah untuk menghentikan sementara pelaksanaan MBG dan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sistem yang berjalan.

"Libur sekolah adalah waktu yang tepat untuk melakukan moratorium sementara pelaksanaan program MBG. Pemerintah harus berani melakukan evaluasi total, bukan sekadar tambal sulam atau perbaikan kosmetik. Semua aspek harus dibedah secara menyeluruh agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," tegasnya.

Ia menilai evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah penerima manfaat atau capaian penyerapan anggaran, melainkan harus menyentuh kualitas pelaksanaan program di lapangan.

Komisi IX DPR, lanjut Charles, meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang saat ini beroperasi di berbagai daerah.

"Audit harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari keamanan pangan, kualitas makanan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga proses pengadaan dan penunjukan pengelola dapur. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Semua harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Charles juga menyoroti tingginya kasus keracunan yang terjadi selama pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan demi mengejar target kuantitas program.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa lebih dari 40 ribu anak telah menjadi korban keracunan makanan dalam pelaksanaan program ini. Ini bukan angka kecil. Ini menyangkut keselamatan generasi bangsa. Dapur-dapur yang terbukti bermasalah tidak cukup hanya diberi teguran. Jika berulang kali menyebabkan insiden, harus ditutup permanen," katanya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada pencitraan angka-angka besar tanpa memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

"Keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari berapa juta penerima manfaat atau berapa triliun anggaran yang dihabiskan. Yang lebih penting adalah apakah program ini benar-benar memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia dan dijalankan secara aman serta akuntabel," ujarnya.

Charles menegaskan pemerintah harus menjadikan masa libur sekolah sebagai momentum pembenahan besar-besaran agar program MBG tidak terus dibayangi persoalan yang berulang.

"Jangan sampai ambisi mengejar target kuantitas justru mengorbankan kualitas pelayanan, keamanan pangan, dan akuntabilitas penggunaan uang rakyat. Program yang baik adalah program yang memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menghasilkan angka yang terlihat besar di atas kertas," pungkasnya.

Sumber: Detik


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved