www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Perdagangan Karbon Bisa Buka Lapangan Kerja Baru di Desa, Pemerintah Ungkap Potensi Besar Ekonomi Hijau
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00:00 WIB
Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi, Selasa (21/7/2026).
Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi, Selasa (21/7/2026).

JAKARTA – Perdagangan karbon dinilai tidak hanya berfungsi sebagai instrumen untuk menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan dengan hutan dan ekosistem penyerap karbon.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Fitra Faisal, mengatakan potensi ekonomi dari perdagangan karbon masih belum banyak dipahami masyarakat. Padahal, berbagai aktivitas seperti menjaga kawasan hutan, memantau area konservasi, hingga memastikan cadangan karbon tetap terpelihara dapat menciptakan peluang kerja baru.

"Kalau kita bikin misalnya ada potensi carbon trading ini, jadi sederhananya, ini orang kita bayar cuma buat nungguin pohon aja. Ngopi-ngopi sambil ngerokok, ngeliat pohon di depannya, itu aja. Dibayar UMR," ujar Fitra dalam acara Kompas.com Talk di Palmerah, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa perdagangan karbon tidak selalu identik dengan pekerjaan berteknologi tinggi atau hanya melibatkan perusahaan besar. Sebaliknya, masyarakat desa juga dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui aktivitas pelestarian lingkungan.

"Potensi carbon trading ini bisa membuat masyarakat tidak lagi terpusat di kota besar, tetapi kembali ke desa dan kampung halamannya," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk "Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi" yang digelar Kompas.com.

Berpotensi Menekan Urbanisasi

Fitra menilai, berkembangnya perdagangan karbon juga berpotensi mengurangi laju urbanisasi. Selama ini, keterbatasan lapangan pekerjaan di pedesaan mendorong masyarakat berpindah ke kota untuk mencari penghasilan.

Apabila aktivitas menjaga hutan dan ekosistem karbon memiliki nilai ekonomi, menurutnya, masyarakat akan memiliki alasan untuk tetap tinggal dan bekerja di daerah asal.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan teori Lewis Dual Sector Model, yang menjelaskan perpindahan tenaga kerja dari sektor tradisional di pedesaan menuju sektor modern di perkotaan.

"Kalau misalnya kita bisa menghasilkan, lagi-lagi Asta Cita nomor enam, membangunnya dari desa. Membangunnya secara hijau dan berkesinambungan," ujarnya.

Investasi Hijau Terus Meningkat

Lebih lanjut, Fitra mengatakan peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya minat investor terhadap proyek-proyek berbasis ekonomi hijau.

Berdasarkan kajian yang pernah disusunnya saat terlibat dalam program Kerja Sama Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT), kebutuhan investasi nasional untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai Rp10.300 triliun.

Investasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pusat data ramah lingkungan, transportasi, sanitasi, sumber daya air, hingga perumahan.

Sekitar 30 persen kebutuhan investasi diperkirakan berasal dari dalam negeri, sedangkan 70 persen diharapkan berasal dari investor asing.

"Karena kita melihat dunia itu appetite investasinya adalah investasi-investasi yang berbau hijau. Dunia sudah berubah," kata Fitra.

Ia menambahkan, investasi berbasis lingkungan kini menjadi daya tarik utama bagi investor global.

"Hal-hal yang terkait dengan hijau ini sebenarnya menjadi daya tarik utama investor luar negeri," ujarnya.

Perubahan tren tersebut, lanjut Fitra, juga mulai terlihat pada kebutuhan sumber daya manusia. Bidang ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang sebelumnya kurang diminati kini justru memiliki prospek yang semakin besar.

"Dulu mata kuliah ekonomi sumber daya alam dan lingkungan itu selalu kita tinggalkan. Sekarang orang-orang yang dulu ngambil SDAL, sekarang itu proyeknya banyak," pungkasnya.

Sumber: Kompas


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved