www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
 
Harga TBS Anjlok Rp1.000 per Kg, SAMADE Kritik Rencana Monopoli Ekspor Sawit
Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:30:00 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

PEKANBARU – Wacana pemerintah membentuk badan pengelola ekspor tunggal negara untuk mengkonsolidasikan ekspor komoditas strategis, termasuk crude palm oil (CPO), menuai kritik dari kalangan petani kelapa sawit.

Kebijakan yang disebut akan melibatkan satu badan usaha milik negara (BUMN) sebagai eksportir tunggal itu dinilai berpotensi memengaruhi tata niaga sawit nasional dan berdampak terhadap petani sawit swadaya.

Ketua DPW Serikat Petani Kelapa Sawit (SAMADE) Riau, Rudi Khairul, meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap petani.

“Kami tidak minta proteksi ataupun subsidi, hanya mengharapkan kebijakan pemerintah jangan berakibat menjadi beban bagi petani sawit,” ujar Rudi Khairul, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima SAMADE dari sejumlah daerah dalam tiga hari terakhir, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani telah mengalami penurunan hingga tiga kali dengan total penurunan mencapai Rp1.000 per kilogram.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat petani semakin tertekan di tengah kenaikan harga pupuk, bahan bakar minyak (BBM), dan biaya transportasi.

“Petani sangat terpukul dengan penurunan harga ini. Di saat kurs dolar naik, BBM naik, harga pupuk naik, harga TBS petani justru anjlok drastis,” katanya.

Rudi menduga penurunan harga sawit tersebut berkaitan dengan munculnya wacana kebijakan ekspor satu pintu melalui perusahaan BUMN.

Menurutnya, persoalan utama sebenarnya berasal dari dugaan praktik pelanggaran oleh sejumlah eksportir, bukan dari sistem tata niaga secara keseluruhan.

Ia menilai pemerintah seharusnya fokus memberikan sanksi terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, bukan membentuk kebijakan baru yang dinilai dapat mengganggu sistem perdagangan sawit yang selama ini berjalan.

“Kalau ada eksportir nakal, di era teknologi sekarang tentu mudah dideteksi. Pemerintah tinggal memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut,” ujarnya.

Rudi menambahkan, sektor kelapa sawit memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor pertambangan maupun sumber daya alam lainnya karena membutuhkan perawatan dan biaya produksi yang besar.

Menurutnya, petani saat ini menghadapi kesulitan untuk membeli pupuk akibat rendahnya harga TBS yang tidak sebanding dengan peningkatan biaya operasional.

“Untuk mendapatkan hasil yang baik, sawit harus dirawat secara konsisten dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Sementara itu, Bidang Hukum SAMADE Riau, Adha Nuraya, menyatakan pihaknya berencana melaporkan kebijakan tersebut ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Kami berencana mengadukan ke KPPU,” ujarnya.

Adha juga menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu persoalan hukum hingga gugatan arbitrase internasional apabila dinilai mengganggu mekanisme perdagangan yang telah berjalan.

Sumber: Suara


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
  Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved