www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
 
Laba Astra Agro Lestari Melonjak 78 Persen, Ini Prospek Saham AALI hingga 2027
Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39:00 WIB
PT Astra Agro Lestari.
PT Astra Agro Lestari.

JAKARTA - Kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tumbuh signifikan hingga kuartal III 2026. Prospek industri kelapa sawit dan efisiensi operasional menjadi sejumlah faktor yang dinilai menopang peningkatan kinerja emiten perkebunan tersebut.

AALI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,9 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 78,01 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih sebesar 7,21 persen YoY menjadi Rp23,71 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Berdasarkan segmen usaha, pendapatan AALI terutama berasal dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya yang mencapai Rp20,87 triliun. Segmen inti sawit (palm kernel/PK) dan turunannya menyumbang Rp2,83 triliun, sedangkan segmen lainnya berkontribusi Rp11,63 miliar.

Research Associate Panin Sekuritas, Luthfi Novardiansyah, menilai kinerja keuangan AALI ditopang pendapatan dari CPO dan PK. Kondisi tersebut didukung harga CPO global yang relatif tinggi di tengah konflik Timur Tengah yang belum mereda.

“Selain itu, implementasi B50 sejak Juli 2026 juga mendorong permintaan biodiesel domestik,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (28/10/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan peningkatan kinerja AALI mengindikasikan perbaikan profitabilitas. Hal ini didukung kenaikan pendapatan, pertumbuhan laba bruto, serta pengelolaan beban operasional yang lebih baik.

Sejumlah faktor yang berpotensi menopang kinerja AALI meliputi permintaan minyak sawit yang tetap terjaga, peluang penguatan harga jual CPO, dan efisiensi operasional perusahaan.

Meski demikian, AALI masih menghadapi sejumlah risiko, mulai dari volatilitas harga CPO global, fluktuasi produksi tandan buah segar (TBS), kenaikan biaya pupuk dan tenaga kerja, hingga kondisi cuaca yang dapat memengaruhi produktivitas perkebunan.

“Oleh karena itu, pertumbuhan laba AALI perlu dilihat tidak hanya dari peningkatan harga jual, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga volume produksi dan efisiensi biaya secara berkelanjutan,” ujar Nafan kepada Kontan, Rabu (28/10/2026).

Prospek AALI hingga 2027

Memasuki kuartal IV 2026 hingga 2027, kinerja AALI masih berpeluang tumbuh positif. Namun, pertumbuhan laba berpotensi melambat apabila harga CPO melemah atau biaya produksi meningkat.

Luthfi mengingatkan perusahaan perlu mencermati perkembangan produktivitas tanaman. Pasalnya, dampak El Nino terhadap perkebunan memiliki jeda waktu sebelum terlihat pada hasil panen.

“Alhasil, potensi penurunan produksi diproyeksikan baru akan terasa mulai 2027,” katanya.

Di sisi lain, Nafan menilai penerapan mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu katalis utama bagi industri sawit. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi minyak sawit di dalam negeri sekaligus memperkuat keseimbangan pasokan dan permintaan.

Selain kebijakan biodiesel, permintaan minyak nabati global, pergerakan harga minyak mentah, serta kebijakan ekspor dan pungutan ekspor Indonesia turut memengaruhi harga jual CPO.

Pada 2027, keberlanjutan pertumbuhan AALI akan bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas kebun, mengoptimalkan hasil panen, dan mempertahankan efisiensi pengolahan.

Adapun risiko yang perlu diwaspadai mencakup kenaikan biaya input, cuaca ekstrem, peningkatan pasokan CPO global, serta potensi penurunan harga jual.

“Dengan demikian, tren pertumbuhan kinerja AALI masih berpotensi berlanjut, tetapi investor perlu mencermati apakah pertumbuhan tersebut didukung oleh fundamental operasional yang kuat atau hanya oleh faktor kenaikan harga komoditas yang bersifat siklikal,” kata Nafan.

Perbandingan AALI dengan Emiten Sawit Lainnya

Dibandingkan emiten perkebunan sawit lainnya, AALI dinilai memiliki skala bisnis yang besar dan mencatatkan akselerasi pertumbuhan laba yang signifikan hingga kuartal III 2026.

Kendati demikian, kinerja tersebut tetap perlu dibandingkan dengan sejumlah indikator fundamental perusahaan sejenis, termasuk tingkat profitabilitas, efisiensi biaya, produktivitas perkebunan, dan struktur keuangan.

Investor juga perlu memperhatikan biaya produksi per ton, produktivitas tanaman, arus kas operasi, tingkat utang, serta valuasi saham sebelum mengambil keputusan investasi.

“Perhatikan juga biaya produksi per ton, produktivitas tanaman, arus kas operasi, tingkat utang, dan valuasi saham,” paparnya.

Terkait rekomendasi investasi, Luthfi belum memberikan rekomendasi untuk saham AALI. Sementara itu, Nafan menyarankan strategi sell on strength, yakni menjual saham ketika harga menguat, sesuai pertimbangan dan strategi investasi masing-masing investor.

Sumber: kontan


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
  Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved