www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Indro Mati Setelah 22 Tahun Mengabdi, Gajah Legendaris Tesso Nilo yang Beri Warisan Besar bagi Konservasi Riau
Senin, 29 Juni 2026 - 21:14:11 WIB
Gajah Legendaris Tesso Nilo, Indro.(foto: detik.com)
Gajah Legendaris Tesso Nilo, Indro.(foto: detik.com)

PEKANBARU - Kabar duka datang dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Gajah jinak bernama Indro, yang selama lebih dari dua dekade menjadi bagian penting dalam upaya penanganan konflik antara gajah liar dan masyarakat, dilaporkan mati pada Minggu dini hari (29/6/2026).

Kepergian Indro menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi satwa di Provinsi Riau.

Selama 22 tahun bertugas di kawasan Tesso Nilo, gajah jantan tersebut dikenal sebagai salah satu andalan tim Elephant Flying Squad dalam berbagai operasi mitigasi konflik satwa liar.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro menyebut, kematian Indro meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pelestarian gajah Sumatera.

"Tentu ini duka mendalam bagi konservasi wilayah Riau," ujar Heru Sutmantoro, Senin (29/6/2026).

Heru menjelaskan, Indro telah menjadi bagian dari Balai TNTN sejak tahun 2004.

Sebelum ditempatkan di Tesso Nilo, Indro berada di Pusat Latihan Gajah Minas setelah dievakuasi dari kawasan konflik.

Menurutnya, besar kemungkinan Indro berasal dari populasi gajah liar yang kemudian dijinakkan untuk mendukung kegiatan konservasi.

"Indro ini dipindahkan 2004 lalu dari Pusat Latihan Gajah Minas, kemungkinan ini dari gajah liar juga dahulunya. Tetapi memang disiapkan untuk penanganan konflik selama di TNTN dan banyak membantu kita," jelas Heru.

Selama bertugas, Indro kerap diterjunkan bersama gajah-gajah jinak lainnya dalam tim Flying Squad untuk menggiring kawanan gajah liar kembali ke habitatnya ketika memasuki kawasan permukiman maupun perkebunan warga.

Keberadaan Indro menjadi bagian dari delapan gajah jinak yang memperkuat Camp Elephant Flying Squad di TNTN.

Kini, setelah kepergiannya, jumlah gajah yang bertugas tersisa tujuh ekor.

Salah satu gajah yang masih aktif menjalankan tugas konservasi adalah Nona Seroja.

"Beberapa kali konflik memang gajah Indro ikut dilibatkan. Ada delapan gajah jinak di Flying Squad, saat ini tinggal tujuh dan itu salah satunya adalah gajah Nona Seroja," kata Heru.

Heru mengungkapkan kondisi Indro mulai mengalami perubahan sejak April 2026 saat memasuki fase musth atau masa birahi pada gajah jantan dewasa.

Pada fase tersebut, perilaku Indro menjadi jauh lebih agresif dibanding biasanya.

Perubahan itu ditandai dengan keluarnya cairan dari kelenjar temporal serta meningkatnya agresivitas, sehingga pawang atau mahout kesulitan melakukan pendekatan.

Karena kondisi tersebut, pada 24 Juni 2026 tim gabungan Balai TNTN bersama Balai Besar KSDA Riau melakukan tindakan pembiusan guna memasang rantai pengaman tambahan.

"Setelah pembiusan Indro kembali berdiri stabil. Namun setelahnya nafsu makan dan minum juga menurun, sampai kami ambil tindakan medis secara intensif dan infus," ungkap Heru.

Tim medis terus memberikan perawatan intensif selama beberapa hari. Bahkan pada 28 Juni, kondisi Indro sempat menunjukkan perkembangan positif dengan suhu tubuh yang kembali normal serta mulai memiliki nafsu makan.

Namun harapan tersebut tidak bertahan lama. Memasuki dini hari, kondisi kesehatannya mendadak menurun drastis.

Meski tim dokter hewan dan para pawang telah memberikan penanganan maksimal, Indro akhirnya dinyatakan mati pada pukul 03.45 WIB.

Saat mati, Indro berusia sekitar 45 tahun, sementara rata-rata harapan hidup gajah dapat mencapai sekitar 60 tahun.

Kepergian Indro tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi Balai TNTN, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran gajah jinak dalam mendukung upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar di bentang alam Tesso Nilo yang selama ini menjadi habitat penting gajah Sumatera.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved