www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Alarm Karhutla Nasional Berbunyi! 10 Provinsi Jadi Prioritas BNPB, Riau Salah Satunya
Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:38:04 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

PEKANBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 10 provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional.

Penetapan tersebut berdasarkan data luas karhutla yang terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.

Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (10/8/2026).

Sepuluh provinsi yang masuk daftar prioritas tersebut yakni Kalimantan Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Aceh, dan Kalimantan Tengah.

“Disusul dengan Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung dan Aceh. Terakhir di Kalimantan Tengah,” kata Suharyanto.

Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Barat berada di urutan pertama dengan luas wilayah terdampak karhutla mencapai 28.680,47 hektare.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 649,43 hektare berada di kawasan hutan, sedangkan 28.031,04 hektare merupakan kawasan nonhutan.

Riau berada di posisi kedua dengan luas wilayah terdampak karhutla mencapai 15.477,95 hektare. Rinciannya, 1.100,71 hektare berada di kawasan hutan dan 14.377,24 hektare berada di kawasan nonhutan.

“Di Nusa Tenggara Timur, karhutla terjadi dengan luasan mencapai 10.538,30 hektare dengan pembagian 36,40 hektare pada kawasan hutan dan 10.501,89 hektare nonhutan,” ujar Suharyanto.

Sementara itu, Maluku menempati posisi keempat dengan luas wilayah terdampak karhutla mencapai 7.091,07 hektare. Sebanyak 20,71 hektare berada di kawasan hutan dan 7.070,36 hektare di kawasan nonhutan.

Posisi kelima ditempati Papua Selatan dengan luas wilayah terdampak mencapai 6.281,81 hektare. Rinciannya, 122,27 hektare berada dalam kawasan hutan dan 6.159,54 hektare merupakan kawasan nonhutan.

Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat tercatat memiliki luas wilayah terdampak karhutla sebesar 5.759,19 hektare. Dari jumlah tersebut, 209,43 hektare berada di kawasan hutan dan 5.549,76 hektare di kawasan nonhutan.

Kepulauan Riau berada di urutan berikutnya dengan luas terdampak 5.709,27 hektare. Sebanyak 63,27 hektare berada di kawasan hutan, sedangkan 5.646 hektare merupakan kawasan nonhutan.

Lampung tercatat memiliki luas wilayah terdampak karhutla sebesar 3.489,42 hektare, terdiri atas 19,82 hektare di kawasan hutan dan 3.469,61 hektare di kawasan nonhutan.

“Sementara di Aceh, kawasan yang terdampak karhutla mencapai 3.099,05 hektare dengan pembagian 508,18 hektare pada kawasan hutan dan 2.590,83 hektare pada kawasan nonhutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kalimantan Tengah menjadi provinsi ke-10 dalam daftar prioritas BNPB. Luas wilayah terdampak karhutla di provinsi tersebut mencapai 3.069,52 hektare.

Dari angka tersebut, sebanyak 147,16 hektare berada di kawasan hutan dan 2.922,36 hektare berada di kawasan nonhutan.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
  Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved