www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Diskes Riau Soroti Risiko bagi Lansia dan Balita
Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:34:16 WIB
Udara di Kota Pekanbaru tidak sehat akibat kabut asap karhutla.(ilustrasi/int)
Udara di Kota Pekanbaru tidak sehat akibat kabut asap karhutla.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Memburuknya kualitas udara di Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026) mulai berdampak pada aktivitas warga.

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi kegiatan di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Kadiskes Riau, Zulkifli mengatakan, lansia, balita, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kondisi udara memburuk.

“Untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucap Zulkifli, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, paparan udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan kesehatan, terutama pada masyarakat yang memiliki kondisi tubuh lebih rentan.

Diskes Riau juga mengingatkan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan udara yang tidak sehat.

Selain penggunaan masker, masyarakat dianjurkan menjaga asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi vitamin untuk membantu mempertahankan kondisi tubuh.

“Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Kemudian banyak minum air putih dan konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi semakin penting bagi warga yang harus bepergian menggunakan sepeda motor atau melakukan aktivitas di ruang terbuka dalam kondisi udara yang mulai dipenuhi asap.

Zulkifli juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi udara di lingkungan tempat tinggal. Ketika asap semakin pekat, warga disarankan mengurangi bukaan rumah yang memungkinkan udara dari luar masuk secara langsung.

“Kalau asap semakin pekat, ventilasi rumah sebaiknya diminimalisir agar asap dari luar tidak banyak masuk,” katanya.

Langkah tersebut dapat dilakukan terutama ketika kondisi udara di luar rumah terlihat berkabut atau aroma asap mulai terasa kuat.

Kondisi udara yang memburuk juga dirasakan langsung oleh warga. Alimudin Hakim, warga Panam, Pekanbaru, mengatakan kabut asap sudah terlihat ketika dirinya berangkat bekerja menuju Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Selasa pagi.

Menurut Alimudin, asap terasa sepanjang perjalanan. Selain jarak pandang yang menurun, aroma asap juga cukup menyengat.

“Pagi tadi waktu berangkat kerja ke Bangkinang kabut asap sudah terasa. Jarak pandang juga terbatas dan bau asap cukup menyengat,” tutur Alimudin.

Paparan asap tersebut bahkan membuatnya mengalami keluhan pada mata dan pernapasan.

“Mata terasa perih dan napas juga terasa agak sesak,” ujarnya.

Alimudin mengaku tidak mengenakan masker ketika memulai perjalanan karena belum mengetahui kondisi udara sedang memburuk.

“Saya tidak pakai masker karena sebelumnya belum ada informasi kalau ada kabut asap. Pas sudah di jalan baru terasa,” pungkasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved