www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tinjau Karhutla Kerumutan: Menhut Minta Tetap Waspada, Api Bisa Muncul Kapan Saja
Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:50:41 WIB
Menhut Raja Juli didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto meninjau langsung lokasi Karhutla (foto/ist)
Menhut Raja Juli didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto meninjau langsung lokasi Karhutla (foto/ist)

PELALAWAN - Asap tipis masih mengepul dari kawasan lahan gambut yang terbakar di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, tim gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Menhut RI, Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (28/8/2026).

Menteri Kehutanan datang didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Rombongan melihat langsung proses pendinginan yang masih dilakukan tim gabungan di kawasan tersebut.

Menurut Raja Juli, Riau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam penanganan karhutla. Karakteristik lahan gambut membuat kebakaran tidak cukup ditangani dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan.

"Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena kita lihat bersama tanah yang ada di sini merupakan tanah gambut. Pemadaman di tanah gambut ini tidak mudah, sehingga diperlukan proses pendinginan seperti sekarang ini," kata Menhut Raja Juli, Jumat (28/08/2026).

Ia menjelaskan, asap yang masih terlihat menjadi tanda bahwa proses pendinginan belum boleh dihentikan. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan gambut dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran.

"Kalau dilihat ini sudah tinggal asap saja, tetapi jika tidak dilakukan pendinginan bisa muncul kapan saja. Makanya, saya minta supaya semuanya tetap waspada," jelasnya.

Raja Juli mengapresiasi kerja seluruh unsur yang terlibat dalam pengendalian karhutla di Kerumutan. Menurutnya, penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan tenaga dan kerja ekstra karena api dapat menjalar di bawah permukaan.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mulai dari Pak Pangdam, Pak Kapolda, BPBD, Manggala Agni hingga seluruh pihak yang telah bersama-sama melakukan pemadaman api," ungkapnya.

Namun, upaya pemadaman dinilai tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan pencegahan. Raja Juli meminta masyarakat dan korporasi yang beraktivitas di kawasan rawan karhutla tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran baru.

"Jadi sekali lagi, ini pekerjaan pemadaman yang berat sekali. Sehingga saya ingatkan kepada masyarakat ataupun korporasi yang masih bermain api mohon diberhentikan," tegasnya.

Selain memastikan api benar-benar padam, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek penegakan hukum. Raja Juli menegaskan pihak yang terbukti menyebabkan atau melakukan pembakaran harus diproses secara tegas.

"Tadi disampaikan Pak Kapolda sudah ada satu tersangka untuk daerah sini. Ya tetap seperti yang tadi sudah saya sampaikan ya, perintah Pak Presiden penegakan hukum harus jelas dan dilakukan tanpa pandang bulu," terangnya.

Di sisi lain, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai keberhasilan penanganan karhutla di Riau merupakan hasil kerja bersama. Tidak hanya TNI, Polri, dan pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kebakaran.

"Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan atau bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, dan pemerintah saja. Melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Gotong royong merupakan hal paling mendasar dalam penanganan Karhutla di Riau," tuturnya dikutip dari MCRiau.

Proses pendinginan pun terus dilakukan untuk memastikan bara di dalam gambut benar-benar mati. Pemerintah dan tim gabungan tetap diminta waspada karena kondisi lahan gambut memungkinkan api kembali muncul meski kobaran di permukaan telah hilang.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved