www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


BMKG Catat 635 Hotspot di Sumatera Sore ini, Riau Tersebar di 3 Wilayah
Sabtu, 26 September 2026 - 19:58:47 WIB
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/AI/halloriau.com)
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/AI/halloriau.com)

PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih terpantau pada Sabtu (26/9/2026) sore.

Namun, konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan yang mencatat 490 titik panas dari total 635 titik yang terdeteksi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, hotspot tersebut tersebar di sejumlah provinsi.

Selain Sumatera Selatan, titik panas juga terpantau di Bangka Belitung 53 titik, Lampung 47 titik, Jambi 39 titik, Aceh satu titik dan Kepulauan Riau satu titik.

Sementara itu, Riau mencatat empat hotspot, dengan sebaran di Kota Dumai sebanyak dua titik, Kabupaten Siak satu titik dan Kabupaten Indragiri Hilir satu titik.

"Total titik panas wilayah Sumatera Sabtu sore ada 635 titik," tutur Yasir.

Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas hotspot di Sumatera pada sore hari tidak merata.

Sumatera Selatan menjadi episentrum sebaran titik panas, menyumbang sekitar 77 persen dari total hotspot yang terpantau di Sumatera.

Sebaliknya, jumlah hotspot di Riau relatif kecil. Meski demikian, angka tersebut tetap perlu dibaca dalam konteks kondisi atmosfer dan potensi kebakaran hutan dan lahan karena hotspot dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, tutupan lahan dan aktivitas pembakaran.

Dominasi Sumatera Selatan bukan fenomena yang sepenuhnya baru dalam perkembangan hotspot sepanjang September.

Data BMKG yang dipublikasikan sebelumnya juga menunjukkan Sumsel beberapa kali menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Sumatera. 

Pada 21 September 2026, BMKG bahkan mencatat Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah dengan akumulasi hotspot tinggi dalam periode 10 hari terakhir.

BMKG juga menyebut kondisi atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah Sumatera masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan karhutla. 

Untuk Riau sendiri, angka empat hotspot pada Sabtu sore menunjukkan penurunan tajam dibanding sejumlah pantauan sebelumnya.

Pada 22 September, misalnya, Riau masih tercatat memiliki 13 hotspot, sedangkan pada 18 September jumlahnya mencapai 71 titik. 

Meski demikian, rendahnya jumlah hotspot di Riau tidak otomatis berarti risiko karhutla telah hilang.

BMKG pada 26 September masih memasukkan Riau dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam periode prakiraan cuaca tiga harian. 

Dengan demikian, perkembangan hotspot tetap perlu dipantau secara berkala karena kondisi dapat berubah cepat dari satu waktu pengamatan ke waktu berikutnya.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
  Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved