PEKANBARU – Sebanyak 1.112 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Sabtu (17/10/2026) sore.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 950 titik, sementara Provinsi Riau tidak mencatat adanya hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris menyampaikan, sebaran titik panas masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi di bagian selatan Sumatera.
Selain Sumatera Selatan, titik panas terpantau di Lampung sebanyak 77 titik, Bangka Belitung 52 titik, Jambi 28 titik, Aceh tiga titik, dan Bengkulu dua titik.
“Sedangkan di Riau nihil titik panas,” ucap Alfa Nataris.
Dominasi Sumatera Selatan dengan 950 titik panas menunjukkan bahwa wilayah tersebut menyumbang sebagian besar hotspot yang terdeteksi di Sumatera. Jumlahnya mencapai sekitar 85,4 persen dari total 1.112 titik panas.
Meski tidak ditemukan hotspot di Riau berdasarkan pemantauan tersebut, kondisi ini tidak serta-merta menjamin seluruh wilayah bebas dari risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Data ini merupakan gambaran sebaran titik panas pada waktu pemantauan, bukan jumlah kejadian kebakaran yang telah terkonfirmasi. Titik panas merupakan indikasi awal yang perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan adanya kebakaran.