www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Semenanjung Kampar, Ini Langkah BBKSDA Riau
Senin, 19 Oktober 2026 - 21:48:43 WIB
Harimau Sumatera di Riau jalani observasi.(foto: mcr)
Harimau Sumatera di Riau jalani observasi.(foto: mcr)

PEKANBARU – BBKSDA Riau masih menunggu hasil uji DNA untuk memastikan dugaan keterlibatan seekor harimau sumatera dalam konflik dengan manusia di lanskap Semenanjung Kampar.

Satwa liar yang masuk kandang jebak pada 8 September 2026 itu kini menjalani observasi di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Riau.

Kepastian identitas harimau tersebut menjadi penting sebelum Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sebab, dugaan bahwa satwa itu pernah memangsa manusia belum terkonfirmasi melalui hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono melalui Kabid Teknis, Ujang Holisudin menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pemantauan menggunakan kamera jebak menunjukkan harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian.

Pemantauan itu merupakan tindak lanjut dari interaksi negatif antara manusia dan harimau sumatera di salah satu BPPH di lanskap Semenanjung Kampar pada Juli 2026.

"Berdasarkan hasil pemantauan camera trap, teridentifikasi bahwa harimau tersebut masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian," kata Ujang, Senin (19/10/2026).

"Untuk menghadirkan rasa aman sekaligus menyelamatkan individu harimau, dilakukan pemasangan box trap," jelasnya.

Setelah masuk kandang jebak, harimau tersebut menjalani identifikasi awal. Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa satwa itu merupakan individu yang dicurigai pernah memangsa manusia atau suspect man-eater.

Namun, status tersebut masih sebatas dugaan. BBKSDA Riau mengirimkan sampel DNA ke laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pengujian lebih lanjut.

"Sampel DNA harimau ke laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pengujian," ucapnya.

Hasil pengujian DNA bersama observasi medis akan menjadi dasar evaluasi penanganan.

Dengan demikian, keputusan terhadap satwa tersebut tidak hanya bertumpu pada identifikasi awal, tetapi juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan lanjutan.

BBKSDA Riau juga berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PR-HS) di Dharmasraya, Sumbar.

Namun, keterbatasan kandang rehabilitasi membuat harimau tersebut belum dapat ditempatkan di fasilitas itu.

Sebagai langkah sementara, satwa tersebut dititiprawatkan di Lembaga Konservasi Kasang Kulim.

Menurut Ujang, lembaga tersebut dipilih karena ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 250/Kpts-II/1999 tanggal 28 April 1999 serta memiliki sarana dan prasarana yang dinilai memadai.

"Selama menunggu hasil pengujian DNA, harimau sumatera tersebut ditempatkan di kandang perawatan yang diisolasi dari pengunjung," ucapnya.

Observasi dan perawatan dilakukan oleh tim medis BBKSDA Riau bersama tim medis PKR Arsari dan pihak Kasang Kulim.

Pemantauan ini ditujukan untuk mengetahui perkembangan kondisi satwa sekaligus memastikan penanganannya sesuai kebutuhan.

"Nantinya hasil pengujian DNA dan observasi selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan BBKSDA Riau dalam menentukan langkah penanganan harimau sumatera tersebut," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
  Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved