PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Sumatera mencapai 2.883 titik pada Kamis (22/10/2026) sore.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 2.095 titik, sementara di Provinsi Riau terpantau 11 titik panas yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun menyampaikan, data pemantauan tersebut menunjukkan Sumatera Selatan mendominasi sebaran hotspot di Pulau Sumatera.
"Jumlahnya jauh melampaui provinsi lain yang juga terdeteksi memiliki titik panas," kata Anggun.
Setelah Sumatera Selatan, Jambi menempati urutan berikutnya dengan 305 titik, disusul Lampung sebanyak 227 titik dan Kepulauan Bangka Belitung dengan 221 titik.
"Sementara itu, Bengkulu tercatat memiliki 23 titik panas dan Aceh satu titik," sebutnya.
Di Provinsi Riau, jumlah titik panas meningkat menjadi 11 titik. Kabupaten Indragiri Hilir mencatat sebaran terbanyak dengan enam titik, disusul Kabupaten Siak sebanyak dua titik.
Adapun Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, dan Kabupaten Pelalawan masing-masing terpantau memiliki satu titik panas.
Meski jumlah hotspot di Riau jauh lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan, peningkatan ini tetap perlu menjadi perhatian.
Pemantauan lanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan titik panas dan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perlu dicatat, hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit, bukan kepastian bahwa setiap titik merupakan kebakaran aktif. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Kewaspadaan pemerintah daerah, petugas pemadam, dan masyarakat menjadi penting, terutama untuk mencegah pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya karhutla.