PEKANBARU - Persoalan banjir dan tingginya biaya hidup menjadi dua masalah utama yang paling banyak dikeluhkan warga Kota Pekanbaru. Hal ini terungkap dalam survei Lembaga Survey Opini Rakyat (LSOR) yang memotret aspirasi masyarakat terhadap persoalan yang perlu diprioritaskan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Survei yang berlangsung pada 24 September hingga 15 Oktober 2026 itu menunjukkan, sebanyak 26 persen responden meminta Pemko Pekanbaru memprioritaskan penyelesaian masalah banjir. Sementara itu, 23 persen responden menilai tingginya biaya hidup sebagai persoalan yang juga mendesak untuk ditangani.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dan tekanan ekonomi masih menjadi perhatian utama masyarakat. Warga berharap pemerintah kota dapat menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Ketua LSOR, Adlin, menjelaskan survei tersebut melibatkan 410 warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih. Jumlah responden terdiri dari 205 laki-laki dan 205 perempuan.
Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau. Survei menggunakan metode multistage random sampling yang mencakup 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.
Dalam survei tersebut, LSOR mencatat sampling error sebesar 5 persen dan margin of error sebesar 5 persen.
"Setelah persoalan banjir dan biaya hidup, masalah lapangan kerja dengan upah sesuai Upah Minimum Regional (UMR) menempati urutan ketiga. Sebanyak 14 persen responden menilai lapangan kerja dengan upah layak masih sulit ditemukan," ujar Adlin ke halloriau, Sabtu (17/10/2026).
Selanjutnya, sebanyak 13 persen responden menyoroti persoalan jalan rusak yang membutuhkan perhatian pemerintah. Masalah kemacetan berada di urutan berikutnya dengan 10 persen responden, disusul persoalan persampahan sebesar 8 persen.
Sementara itu, sebanyak 5 persen responden menyebut persoalan lainnya dan 1 persen tidak memberikan jawaban.
Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai sejumlah persoalan yang dinilai penting oleh masyarakat Pekanbaru.
Banjir, tingginya biaya hidup, keterbatasan lapangan kerja dengan upah layak, hingga kerusakan jalan menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam penentuan prioritas kebijakan pemerintah kota.
Temuan tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemko Pekanbaru dalam menyusun program pembangunan dan pelayanan publik agar lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat.