www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Satgas OPAD Riau Perketat Pengawasan Pajak, Celah Kebocoran Pendapatan Daerah Diburu
Kamis, 03 September 2026 - 12:37:25 WIB
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi (foto/int)
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi (foto/int)

PEKANBARU — Pemprov Riau mulai memperketat langkah optimalisasi pendapatan daerah dengan memburu berbagai potensi penerimaan yang selama ini dinilai belum maksimal.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, memimpin rapat terpadu Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (OPAD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Kamis (3/9/2026).

Rapat yang digelar di Kantor Gubernur Riau tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja Satgas OPAD sekaligus upaya memetakan sumber-sumber penerimaan yang masih dapat dioptimalkan.

Syahrial mengatakan, rapat terpadu tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan tugas Satgas OPAD sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan daerah yang masih dapat digali.

Pertemuan itu juga menjadi persiapan menghadapi rapat koordinasi bersama para pelaku usaha dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi pajak daerah.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam rapat adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Pemerintah membahas sejumlah data, mulai dari kuota BBM yang diperoleh Riau hingga kebutuhan BBM di daerah.

"Kita mendapatkan informasi dan data yang cukup baik terkait PBBKB, mulai dari kuota yang diperoleh Riau sampai dengan fakta kebutuhan BBM di Riau," ujarnya.

Selain menggali potensi penerimaan, Satgas OPAD juga membahas langkah penertiban terhadap praktik pungutan maupun distribusi BBM ilegal yang berpotensi mengganggu penerimaan daerah.

Polda Riau telah melakukan tindakan terhadap praktik tersebut. Penelusuran juga dilakukan terhadap wajib pungut (Wapu) yang menjadi pemasok, termasuk menelusuri asal-usul BBM yang disalurkan.

Untuk memastikan kesesuaian data, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan audit terhadap wajib pungut.

Audit tersebut diharapkan dapat mencocokkan data sekaligus menemukan selisih atau potensi penerimaan yang belum masuk ke kas daerah.

"BPKP akan melakukan audit terhadap Wapu, melakukan penyesuaian data, dan menemukan gap, mana yang miss yang menjadi potensi pendapatan daerah," jelasnya.

Tak hanya PBBKB, evaluasi juga menyasar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Salah satu pembahasan berkaitan dengan regulasi yang menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun standar operasional prosedur (SOP).

Dalam evaluasi tersebut, pemerintah menemukan masih adanya ketidakcukupan regulasi dari pemerintah pusat. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan optimalisasi penerimaan secara maksimal.

Ke depan, Forkopimda Riau akan mengumpulkan perusahaan dan para pelaku usaha dalam sebuah forum diskusi. Dalam forum tersebut akan dipaparkan kondisi sekaligus potensi pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan di Riau.

Dunia usaha juga akan diberikan pemahaman mengenai kontribusi pajak yang semestinya masuk ke daerah serta pentingnya penerimaan tersebut bagi perputaran ekonomi Riau.

Syahrial menegaskan pemerintah tetap mengapresiasi dunia usaha yang selama ini taat memenuhi kewajiban pajaknya. Namun, pemerintah juga mempersempit ruang bagi pihak yang mencoba memanfaatkan celah untuk menghindari kewajiban.

"Bagi dunia usaha yang patuh, kami berterima kasih, tetapi bagi yang masih bermain-main dengan celah, hari ini celahnya semakin sempit," tegasnya.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved