www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


APBD-P Riau 2026: Pendapatan Rp8,129 T, Belanja Tembus Rp8,378 T
Rabu, 23 September 2026 - 20:59:53 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)

PEKANBARU - Dalam Rancangan Perubahan APBD Riau tahun 2026, proyeksi pendapatan daerah dipangkas Rp125,7 miliar menjadi Rp8,129 triliun, sementara kebutuhan belanja justru direncanakan mencapai Rp8,378 triliun.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif menentukan prioritas anggaran.

Selisih antara proyeksi pendapatan dan belanja mencapai sekitar Rp249 miliar, sehingga pengendalian belanja menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

Angka itu disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto dalam Rapat Paripurna DPRD Riau, Rabu (23/9/2026), saat menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Riau Tahun Anggaran 2026.

SF Hariyanto menyebut, proyeksi pendapatan daerah dalam APBD Perubahan turun dari target awal Rp8,254 triliun menjadi Rp8,129 triliun.

"Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp8,129 triliun, atau turun sebesar Rp125,7 miliar dari target semula sebesar Rp8,254 triliun," ungkap SF Hariyanto.

Penurunan proyeksi pendapatan tersebut tidak berdiri sendiri, belum tersalurkannya kurang salur Dana Bagi Hasil (DBH) untuk tahun 2023 dan 2024 turut memengaruhi kondisi fiskal daerah.

Di sisi lain, Pemprov Riau menyatakan masih berupaya memperbesar penerimaan melalui perluasan basis pendapatan, pengawasan pemungutan serta pembenahan administrasi pajak dan retribusi.

Namun, strategi peningkatan pendapatan membutuhkan waktu. Sementara kebutuhan belanja harus tetap berjalan, termasuk untuk menjaga pelayanan publik dan program pembangunan.

"Langkah-langkah tersebut penting agar kemampuan fiskal daerah dapat terus kita perkuat, sekaligus menjaga keberlangsungan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata SF Hariyanto.

Tekanan fiskal menjadi lebih terlihat ketika dibandingkan dengan sisi belanja.

Dalam rancangan perubahan APBD, belanja daerah direncanakan sebesar Rp8,378 triliun. Angka itu meningkat sekitar Rp56,63 miliar dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp8,321 triliun.

Artinya, pemerintah menghadapi situasi ketika proyeksi pendapatan menurun, tetapi kebutuhan belanja masih meningkat.

Karena itu, Pemprov Riau menyatakan efisiensi akan diarahkan terhadap sejumlah pos yang dinilai masih dapat dioptimalkan, seperti perjalanan dinas, rapat, kegiatan seremonial serta belanja barang dan jasa.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena setiap penambahan belanja harus berhadapan dengan kapasitas pendapatan yang lebih rendah dari target awal.

Wakil Ketua I DPRD Riau, Parisman Ihwan mengatakan, pembahasan APBD Perubahan tidak cukup hanya melihat perubahan angka secara keseluruhan.

Setiap komponen anggaran perlu dicermati agar kebijakan belanja tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

"Pembahasan Rancangan Perda tentang APBD atau Perubahan APBD dilaksanakan oleh DPRD dan Gubernur setelah Gubernur Riau menyampaikan Rancangan Perda tentang APBD beserta penjelasan dan dokumen pendukung," jelas Parisman.

Ia meminta Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemprov Riau melakukan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami berharap kepada anggota DPRD Provinsi Riau, khususnya Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemprov Riau, setelah Nota Pengantar disampaikan, kita dapat melakukan pembahasan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
  Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved