www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Fisip Unri Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Lewat Program Living Laboratory
Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:17:23 WIB
Lokakarya Implementasi Kemitraan dalam Pengembangan Living Laboratory berlangsung di Ruang Studio Pascasarjana Fisip Unri (foto/riki)
Lokakarya Implementasi Kemitraan dalam Pengembangan Living Laboratory berlangsung di Ruang Studio Pascasarjana Fisip Unri (foto/riki)

PEKANBARU – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau (Unri) memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pengembangan program Living Laboratory. Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan mitra secara langsung.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Implementasi Kemitraan dalam Pengembangan Living Laboratory yang diselenggarakan Laboratorium Riset dan Pengabdian Komunikasi di Ruang Studio Pascasarjana Fisip Unri, Jumat (30/10/2026).

Dalam pengembangan program tersebut, Fisip Unri menggandeng tiga mitra, yakni SMAN 16 Pekanbaru, Yayasan Panti Asuhan Al-Akbar Pekanbaru, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Negeri Enam Tanjung, Kabupaten Kampar.

Penanggung Jawab Laboratorium Riset dan Pengabdian Komunikasi, Dr Nova Yohana, M.Ikom, mengatakan Living Laboratory merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan akademik sekaligus memastikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mitra tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek atau lokasi pelaksanaan program. Sebaliknya, mereka harus terlibat aktif dalam merumuskan kegiatan, menyampaikan kebutuhan, hingga menentukan bentuk kolaborasi yang akan dijalankan.

"Melalui Living Laboratory, kami ingin membangun kemitraan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian, tetapi juga menghadirkan kolaborasi yang nyata. Karena itu, mitra bukan sekadar tempat mahasiswa melaksanakan kegiatan. Mereka harus menjadi bagian dari proses perencanaan agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan," jelas Nova.

Ia menyebutkan, tiga kelompok mitra yang telah dilibatkan memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Karena itu, lokakarya menjadi kesempatan untuk menggali potensi kerja sama sekaligus menghimpun masukan dari masing-masing lembaga.

"Kami berharap setiap mitra dapat menyampaikan gagasan, kebutuhan, dan persoalan yang bisa dikembangkan menjadi program bersama. Dengan demikian, kegiatan yang nantinya dilaksanakan tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fisip Unri, Dr Meyzi Heriyanto, M.Si, menyambut baik pengembangan Living Laboratory sebagai bentuk penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Menurutnya, konsep tersebut memiliki perbedaan dengan laboratorium konvensional. Living Laboratory membuka ruang bagi sivitas akademika untuk mengintegrasikan proses pendidikan dan pengabdian melalui kreativitas serta inovasi yang dikembangkan bersama mitra.

"Living Laboratory ini bukan laboratorium konvensional. Kita ingin mengintegrasikan pendidikan dan pengabdian dengan menghadirkan berbagai kreasi bersama mitra. Harapannya, kolaborasi tersebut mampu melahirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Meyzi.

Ia menegaskan, penguatan program akademik di lingkungan Fisip Unri tidak cukup hanya berorientasi pada proses pembelajaran di ruang kelas. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghasilkan inovasi, penelitian, serta kegiatan pengabdian yang memberikan dampak nyata.

"Pengembangan akademik harus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin pendidikan yang dilaksanakan di kampus tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi dan kontribusi nyata melalui penelitian serta pengabdian," ujarnya.

Meyzi juga menekankan pentingnya sinergi antara program studi, laboratorium, dosen, mahasiswa, dan seluruh unsur pendukung untuk memastikan setiap program dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pengembangan Living Laboratory. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh penguatan kemitraan akademik yang memberikan manfaat lebih luas.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Kita berharap Living Laboratory ini tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi bisa terus dikembangkan dan menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan. Pada akhirnya, kita ingin menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, Koordinator Program Magister Ilmu Komunikasi Unri, Dr Welly Wirman, S.IP, M.Si, menjelaskan lokakarya tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang konkret antara mahasiswa dan masing-masing mitra.

Dalam kegiatan itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan lembaga mitra yang terlibat. Pembagian tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menjadi bagian dari mata kuliah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi.

Melalui diskusi kelompok, mahasiswa dan mitra diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan, menggali potensi, serta menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

"Kami membagi peserta menjadi tiga kelompok sesuai dengan mitra yang terlibat. Melalui diskusi ini, kita ingin mengetahui bentuk kerja sama apa yang paling memungkinkan untuk dikembangkan. Jadi, mahasiswa tidak datang dengan program yang ditentukan sendiri, tetapi terlebih dahulu mendengarkan kebutuhan mitra agar kegiatan pengabdian yang dilakukan lebih tepat sasaran," kata Welly.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah membuka ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika Unri untuk berkolaborasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II FISIP Unri, Dr Mayarni, M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr Rumyeni, M.Sc, serta Kepala Laboratorium Komunikasi dan Multimedia, Dr Chelsy Yesicha, M.Ikom, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi (LUK) Unri, Dr Nita Rimayanti, M.Comm, para dosen, serta tamu undangan lainnya.

Melalui pengembangan Living Laboratory, Fisip Unri berharap hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat berkembang melampaui kerja sama formal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program yang berangkat dari kebutuhan nyata, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kontribusi akademik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
  Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
PSPS Pekanbaru.PSPS Pekanbaru Masih di Puncak, Tapi Ancaman PSMS Medan Semakin Nyata
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved