PEKANBARU - Sebanyak 122 siswa kelas IX SMP Metta Maitreya Pekanbaru mendapat pengalaman langsung mengenal dunia jurnalistik dengan mengunjungi kantor Metro Riau Group di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan edukatif tersebut tidak sekadar memperkenalkan profesi wartawan, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai proses verifikasi informasi, produksi berita, hingga tantangan media massa menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Dipimpin Kepala SMP Metta Maitreya, Lius Leni MM MTCSOL, para siswa berkesempatan melihat langsung aktivitas redaksi serta menyaksikan proses pencetakan koran.
Mereka juga mengamati bagaimana gulungan kertas diproses menggunakan mesin cetak hingga menjadi lembaran koran yang siap didistribusikan kepada pembaca.
Dalam sesi pengenalan jurnalistik, Pimpinan Redaksi Metro Riau, Fajar, memaparkan perjalanan koran Metro Riau yang berdiri sejak 1 April 2005.
Salah satu karakteristiknya adalah keberadaan halaman berbahasa Mandarin yang menjadikannya berbeda di antara media cetak di Riau.
Fajar juga menguraikan tahapan produksi berita, mulai dari rapat redaksi, peliputan di lapangan, penyuntingan naskah, penataan halaman (layout), hingga proses penerbitan.
Menurutnya, kecepatan menyampaikan informasi tidak boleh mengorbankan ketepatan dan kredibilitas pemberitaan.
"Metro Riau selalu mengedepankan kehati-hatian dalam setiap penerbitan, sehingga diperlukan informasi yang berimbang dan memegang kode etik jurnalistik," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Halloriau.com, Budi menjelaskan karakteristik jurnalistik media online yang menuntut kecepatan dalam menyampaikan informasi.
Bahkan, wartawan dituntut mampu melaporkan peristiwa langsung dari lokasi kejadian.
Meski demikian, kecepatan publikasi tetap harus berjalan beriringan dengan akurasi, verifikasi fakta, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.

Siswa Kritis Mengulik Cara Kerja Media
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses penentuan berita utama, perkembangan industri media, pengalaman menjadi wartawan, hingga cara redaksi menangani kesalahan pemberitaan.
Justin, seorang siswa, mempertanyakan bagaimana media menentukan topik berita yang layak ditempatkan di halaman utama atau headline.
Sementara Marvel William ingin mengetahui langkah yang dilakukan perusahaan media apabila berita yang telah dipublikasikan ternyata mengandung kesalahan.
Pertanyaan tersebut memperlihatkan ketertarikan siswa terhadap aspek penting dalam kerja jurnalistik, terutama tanggung jawab media dalam menyajikan informasi kepada publik.
Menanggapi antusiasme tersebut, Penanggung Jawab metroriau.com, Wisli, mengapresiasi rasa ingin tahu para siswa yang dinilainya cukup kritis.
"Pertanyaan dari siswa SMP yang hadir sangat mendalam. Mereka ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya tentang jurnalistik, terutama berbagai informasi yang didapatkan dari media online," tuturnya.
Kita harapkan nantinya siswa mampu membedakan berita yang berdasarkan fakta, bukan berita bohong atau hoaks," sambungnya.
Kepala SMP Metta Maitreya, Lius Leni, menyampaikan apresiasi kepada manajemen Metro Riau Group yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal industri media secara langsung.
Ia menilai pengalaman tersebut penting karena selama ini siswa lebih banyak mengakses informasi melalui media sosial dan portal berita digital tanpa mengetahui bagaimana informasi diproduksi sebelum sampai kepada pembaca.
"Anak-anak merasa senang mendapat ilmu baru tentang jurnalistik dan bagaimana proses pembuatan berita," katanya.
Ia berharap kunjungan tersebut membantu siswa memahami bahwa informasi yang mereka konsumsi memiliki proses pengumpulan, pemeriksaan, dan penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Media Dorong Literasi Informasi Generasi Muda
Pimpinan Perusahaan Metro Riau Group, Saparuddin Koto mengatakan, perusahaan yang menaungi koran Metro Riau, metroriau.com dan halloriau.com terbuka memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia jurnalistik.
Menurutnya, pengenalan proses kerja media sejak usia sekolah menjadi salah satu cara membangun pemahaman mengenai pentingnya informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Kelas IX C SMP Metta Maitreya, Simon, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kunjungan tersebut.
"Kegiatannya sangat bermanfaat dan mendidik, kami dapat ilmu baru," tukasnya.