BAGANSIAPIAPI - Penanganan sampah di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), terkendala minimnya armada pengangkut.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil saat ini hanya mengandalkan empat truk pengangkut sampah dan satu unit motor boks untuk melayani wilayah dengan cakupan cukup luas.
Keterbatasan kendaraan tersebut membuat pelayanan pengangkutan sampah belum berjalan optimal.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penanganan penumpukan sampah di sejumlah kawasan perkotaan.
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos mengakui, kapasitas armada yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.
"Untuk saat ini, armada yang bisa kami operasikan ada empat unit mobil pengangkut sampah dan satu unit motor boks. Sementara wilayah pelayanan cukup luas," kata Suwandi, Selasa (3/11/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH Rohil telah mengajukan penambahan kendaraan melalui pembahasan anggaran perubahan. Usulan itu disetujui pemerintah daerah bersama DPRD Rohil.
Dalam alokasi tambahan tersebut, DLH akan memperoleh satu unit truk pengangkut sampah dan satu mobil pikap untuk Bagansiapiapi.
Sementara Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam (Kuba) masing-masing mendapat alokasi satu unit mobil pikap.
Meski demikian, penambahan kendaraan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan jangka panjang.
DLH Rohil masih berencana mengusulkan tambahan minimal satu truk pengangkut sampah pada 2027.
"Insya Allah pada 2027 nanti kami akan mencoba menambah armada, minimal satu unit mobil pengangkut sampah agar efektivitas dan kinerja pelayanan bisa lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.
Suwandi berharap tambahan kendaraan dapat memperkuat kapasitas pengangkutan dan memperbaiki pelayanan kebersihan di Rohil.
Namun, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah kendaraan.
DLH juga perlu memastikan pemerataan rute pengangkutan, kecukupan petugas, serta konsistensi jadwal pelayanan agar penumpukan sampah tidak terus berulang.