www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Sungai Kuantan Masih Keruh, FPJ 2026 di Kuansing Tetap Digelar dengan 204 Jalur
Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:15:54 WIB
FPJN 2026 di Kuansing tetap digelar meski air Sungai Kuantan masih keruh akibat PETI.(ilustrasi/int)
FPJN 2026 di Kuansing tetap digelar meski air Sungai Kuantan masih keruh akibat PETI.(ilustrasi/int)

KUANSING - Festival Pacu Jalur Nasional (FPJN) yang masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 akan menghadirkan pemandangan berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ribuan penonton yang memadati Tepian Narosa, Teluk Kuantan, tidak hanya akan menyaksikan pertarungan ratusan jalur, tetapi juga melihat langsung kondisi Sungai Kuantan yang hingga kini masih keruh.

Pada Selasa (18/8/2026) menunjukkan air Sungai Kuantan belum memperlihatkan perubahan berarti.

Kondisinya masih tampak keruh meski aparat sebelumnya telah menggelar operasi besar-besaran untuk menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai yang berada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Situasi tersebut menjadi sorotan karena Sungai Kuantan merupakan arena utama Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19-23 Agustus.

Persoalan kekeruhan Sungai Kuantan kembali mengemuka setelah operasi penertiban PETI dilakukan oleh Polda Riau bersama Polres Kuansing sejak 1-14 Agustus 2026.

Di wilayah Riau, aparat menyatakan tidak lagi menemukan aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan.

Namun, kondisi air yang tetap keruh menimbulkan dugaan bahwa material penyebab kekeruhan masih terbawa dari kawasan hulu sungai.

Plt Bupati Kuansing, Muklisin menilai, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dari sisi wilayah Riau.

Sebab, Sungai Kuantan merupakan sungai lintas provinsi yang bagian hulunya berada di Sumatera Barat.

“Tampaknya Sumbar yang merupakan daerah bagian hulu dari Sungai Kuantan tidak serius dalam melakukan penertiban PETI. Jika di bagian hulu (Sumbar) belum tuntas, bagaimana Sungai Kuantan bisa jernih,” ujar Muklisin, Senin (17/8/2026).

Muklisin menegaskan, penertiban di wilayah Kuansing telah menunjukkan hasil, aktivitas PETI yang sebelumnya ditemukan di sepanjang aliran Sungai Kuantan dalam wilayah Riau kini sudah tidak terlihat.

Kondisi berbeda justru terjadi di Sungai Singingi. Setelah operasi penertiban berlangsung selama dua pekan, air sungai tersebut mulai menunjukkan perubahan dan terlihat lebih jernih.

Terlepas dari persoalan kualitas air, persiapan Festival Pacu Jalur KEN 2026 terus dikebut. Sebanyak 204 jalur dipastikan ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung 19-23 Agustus.

Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Kuansing. Selain itu, terdapat 31 jalur dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) serta masing-masing satu jalur dari Sumatera Barat dan Jambi.

Ratusan jalur tersebut akan berlomba di Sungai Kuantan. Artinya, kondisi sungai tahun ini bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian publik terhadap penyelenggaraan festival.

Pemkab Kuansing menyiapkan pembukaan festival dengan konsep yang sarat simbol nasionalisme.

Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 2 kilometer akan dibentangkan mengikuti lintasan dari pancang start di Desa Koto Taluk menuju pancang finis di sekitar jembatan gantung Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

Bentangan serupa juga akan dilakukan di seberang Sungai Kuantan, mulai dari area start hingga finis di Desa Seberang Taluk.

Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kuansing.

“Ini bagian dari semangat kita menyambut kemerdekaan sekaligus menyemarakkan Festival Pacu Jalur," ujar Fahdiansyah.

"Kita ingin momentum ini menjadi kebanggaan bersama dan menunjukkan bahwa budaya serta semangat persatuan masyarakat Kuansing terus menyala,” tambahnya.

Persiapan tidak hanya dilakukan di lintasan pacu. Kawasan Tepian Narosa juga ditata untuk menyambut kedatangan masyarakat dan wisatawan.

Seluruh pegawai Pemkab Kuansing dilibatkan dalam kegiatan gotong royong massal untuk membersihkan serta mempercantik kawasan tersebut.

Tepian Narosa nantinya menjadi panggung terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan Festival Pacu Jalur 2026.

Ketua Panitia Pacu Jalur, Andi Cahyadi, memastikan persiapan teknis terus dilakukan hingga menjelang pembukaan.

Menurut pria yang akrab disapa Aheng itu, panitia kembali melakukan pengecekan berbagai kebutuhan sejak Selasa pagi untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.

“Persiapan sudah kita matangkan sampai malam. Pagi ini panitia kembali bekerja untuk memastikan seluruh rangkaian pembukaan besok berjalan maksimal," tutur Andi.

"Kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan seluruh tamu yang datang ke Kuansing,” tambahnya.

Pembukaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 dipastikan dilakukan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Muklisin menyebut agenda tersebut telah masuk dalam susunan acara resmi panitia, sekaligus menepis spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya pejabat pemerintah pusat dalam pembukaan.

“Pembukaan FPJN dilakukan oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Itu sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan panitia,” kata Muklisin.

Dukungan terhadap festival juga disebut cukup besar. SF Hariyanto dikabarkan berkomitmen memberikan dukungan sekitar Rp1,4 miliar untuk pelaksanaan FPJN 2026.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMP Riau 2027 masih belum dibahas.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)UMP Riau 2027 Belum Dibahas, Kapan Pekerja Bisa Tahu Besaran Kenaikannya?
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
  Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)350 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 5 Hotspot Sore Ini
Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved