www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


BGN Perketat Standar Keamanan, Puluhan Siswa SD dan Guru di Dumai Malah Keracunan MBG
Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:39:55 WIB
Kepala BGN, Sudaryono dan siswa SD di Dumai yang diduga keracunan MBG.(foto: dok/halloriau.com)
Kepala BGN, Sudaryono dan siswa SD di Dumai yang diduga keracunan MBG.(foto: dok/halloriau.com)

PEKANBARU - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut ditegaskan bertepatan dengan munculnya dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa di Kota Dumai setelah mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.

BGN menilai pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, Diskes, hingga pihak sekolah agar kualitas makanan tetap terjaga sejak proses produksi hingga diterima siswa.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, pengawasan rutin terhadap aspek sanitasi, higiene, dan keamanan pangan harus dilakukan secara bersama-sama.

"Kami sangat bergantung dan memohon bantuan dari Diskes di daerah untuk melakukan pengawasan berkala terkait sanitasi, higiene, dan standar kesehatan," kata Sudaryono dalam rapat koordinasi virtual, Kamis (13/8/2026).

"Selain itu, kami meminta bantuan Pemda untuk menginstruksikan seluruh Kepala Sekolah agar turut mengawasi makanannya," sambungnya.

Dalam arahannya, Sudaryono menegaskan kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai garda terakhir sebelum makanan dibagikan kepada peserta didik.

Ia meminta setiap sekolah memastikan seluruh paket makanan yang dikirim SPPG memiliki label identitas sebagai bagian dari sistem pelacakan apabila terjadi masalah di kemudian hari.

"Perhatikan baik-baik jika ada kiriman ompreng yang tidak memiliki label, mohon ditanyakan dan ditolak. Karena seluruh penyedia saat ini wajib memberikan label," tegasnya.

Selain keberadaan label, waktu distribusi juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, makanan yang datang melewati batas waktu konsumsi tidak boleh diterima meskipun secara fisik masih tampak layak.

"Kemudian, pada label tertulis maksimal dimakan sebelum jam 10.00. Namun makanan baru sampai jam 11.00, jangan diterima," ujarnya.

BGN memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan penerima manfaat Program MBG.

Sudaryono mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang aktif melaporkan temuan makanan tidak layak, termasuk kasus ditemukannya ulat maupun belatung dalam paket makanan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada beberapa Kepala Daerah yang sangat sigap melaporkan temuan makanan tidak layak, seperti adanya ulat atau belatung. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan suspend dan investigasi," katanya.

Apabila hasil investigasi menemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran berat, BGN memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap penyelenggara.

"Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran berat maka dapur akan ditutup permanen. Kepala SPPG yang bertanggung jawab akan langsung kami copot untuk diperiksa. Jika terbukti ada kelalaian sengaja, akan kami ajukan pemecatan secara resmi melalui BKN," tegas Sudaryono.

Ia menambahkan keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada kepatuhan seluruh penyelenggara terhadap standar keamanan pangan.

"Oleh karena itu, partisipasi aktif dari Bapak Ibu Kepala Daerah beserta jajaran Dinas terkait sangat kami harapkan karena ini menyangkut keselamatan warga," pungkasnya.

Di hari yang sama saat Kepala BGN memberikan instruksi, dugaan keracunan makanan MBG terjadi di Kota Dumai.

Sebanyak 39 siswa dan seorang guru dari SDN 013 dan SDN 015 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis.

Mereka mengeluhkan sakit perut, mual, serta pusing sehingga harus dievakuasi ke RSUD dr Suhatman Kota Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur RSUD dr Suhatman, dr Eka Viora Effendi mengatakan, sebagian besar pasien sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.

"Para siswa mengeluhkan sejumlah gejala, di antaranya sakit perut, mual dan pusing. Semua sudah pulang kecuali satu yang masih observasi," jelas dr Eka.

Berdasarkan data rumah sakit, pasien terdiri dari 36 siswa SDN 013, tiga siswa SDN 015, serta seorang guru. Satu siswa masih menjalani observasi karena mengalami demam.

Dalam proses penanganan, sejumlah pasien mendapat terapi infus dan menjalani pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi putih, bakso, sayur wortel dan kol, tempe, serta buah jeruk yang diproduksi oleh dapur atau SPPG Gajah Mada Kota Dumai.

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Otoritas terkait menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
  Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved