www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Api Sulit Ditaklukkan, Karhutla Kerumutan Pelalawan Tembus Sekitar 270 Hektare
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:11:08 WIB
Pemadaman karhutla di Kerumutan, Pelalawan.(foto: mcr)
Pemadaman karhutla di Kerumutan, Pelalawan.(foto: mcr)

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum sepenuhnya terkendali.

Kobaran api yang berada di kawasan gambut membuat tim gabungan memperkuat operasi pemadaman dengan menambah personel sekaligus mengoptimalkan pengerahan helikopter water bombing.

Kondisi medan yang sulit, ketersediaan sumber air terbatas, angin kencang, serta karakteristik gambut yang mudah menyimpan bara menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

Kalaksa BPBD Riau, Edi Afrizal mengatakan, penguatan personel dilakukan secara bertahap agar pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.

"Hari ini kita sudah menempatkan 15 personel dari BPBD Damkar Riau di lokasi. Manggala Agni juga mengirimkan dua regu, yakni 12 personel dari Daops Rengat dan 13 personel dari regu BKO Daops Siak," kata Edi, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, kekuatan di lapangan masih akan ditambah. Pada hari berikutnya, satu regu tambahan dari Daops Rengat dengan kekuatan 12 orang akan diberangkatkan ke Kerumutan.

Selain Manggala Agni dan BPBD Damkar Riau, dukungan juga datang dari aparat keamanan. Sebanyak 30 personel Polda Riau dan 20 personel Kodam disiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Tambahan kekuatan tersebut akan bergabung dengan tim darat yang sejak awal telah berjibaku mengendalikan kebakaran di kawasan Kerumutan.

Edi mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan dua hari sebelumnya, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 270 hektare.

Namun, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai luasan akhir. Pasalnya, api masih ditemukan di sejumlah bagian sehingga potensi bertambahnya areal terbakar masih terbuka.

"Waktu peninjauan lokasi dua hari lalu, luas karhutla di Kerumutan sekitar 270 hektare. Karena sampai sekarang masih ada kebakaran, tentu luasan yang terbakar kemungkinan lebih luas lagi," ujarnya.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni hingga personel terkait lainnya.

Strategi pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara untuk menekan laju penyebaran api.

Karakteristik lokasi kebakaran menjadi persoalan tersendiri bagi petugas. Angin yang bertiup kencang membuat api lebih cepat bergerak dan menyulitkan petugas dalam menentukan titik pengendalian.

Vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang relatif rapat juga membuat kobaran api lebih sulit dijangkau.

Kendala lainnya adalah minimnya sumber air serta lokasi kebakaran yang tidak mudah diakses kendaraan. Titik api berada sekitar 500 meter dari jalur yang masih dapat dilalui kendaraan.

"Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan," jelas Edi.

Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak bisa mencapai titik api secara langsung.

Setelah kendaraan berhenti di lokasi yang memungkinkan, petugas harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju area terbakar.

Selain mengandalkan pasukan darat, operasi pemadaman di Kerumutan juga diperkuat dari udara. Empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke area yang masih terbakar.

Meski demikian, operasi udara tidak serta-merta mampu mematikan seluruh titik api. Menurut Edi, fungsi utama water bombing dalam kondisi tertentu lebih efektif untuk menekan intensitas kobaran dan menghambat pergerakan api, khususnya pada bagian kepala api.

"Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan," katanya.

Dengan strategi tersebut, operasi udara diarahkan untuk membantu tim darat agar api tidak semakin meluas sembari petugas berupaya menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Tantangan terbesar lainnya terletak pada kondisi lahan gambut yang saat ini relatif kering. Pada ekosistem gambut, api tidak selalu terlihat jelas di permukaan karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Artinya, area yang dari udara tampak telah padam belum tentu sepenuhnya aman dari potensi munculnya kembali api.

"Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
  Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved