www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kualitas Udara Pekanbaru Siang ini Memburuk, PM2.5 Tinggi di Tengah 225 Hotspot Riau
Kamis, 17 September 2026 - 11:42:54 WIB
Kualitas udara di Kota Pekanbaru terus memburuk akibat kabut asap karhutla.(foto: angga/halloriau.com)
Kualitas udara di Kota Pekanbaru terus memburuk akibat kabut asap karhutla.(foto: angga/halloriau.com)

PEKANBARU - Kabut asap kembali menjadi persoalan serius di Kota Pekanbaru. Kualitas udara pada Kamis (17/9/2026) pagi berada dalam kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 142,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data pemantauan IQAir pada pagi hari menunjukkan indeks kualitas udara Pekanbaru berada pada level 214 AQI US atau kategori sangat tidak sehat.

Konsentrasi PM2.5 tercatat 142,5 µg/m³, sementara kondisi atmosfer juga ditandai udara kabur.

Situasi ini bukan sekadar persoalan jarak pandang. Tingginya partikulat halus PM2.5 meningkatkan paparan polusi yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan, sehingga aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu diperhatikan secara serius.

Data pemantauan pada dini hari bahkan menunjukkan konsentrasi PM2.5 sempat berada pada kisaran 155 hingga 226 µg/m³ sebelum tercatat 142,5 µg/m³ pada pagi hari. Konsentrasi PM10 juga mencapai 211,4 µg/m³.

Kondisi udara kabur tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG untuk wilayah Pekanbaru. Prakiraan cuaca di kawasan Pelabuhan Pekanbaru pada Kamis mencatat kondisi udara kabur dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius dan jarak pandang sekitar 4 kilometer.

Di tengah memburuknya kualitas udara, ancaman karhutla di Sumatera juga masih tinggi. BMKG Pekanbaru mendeteksi 4.737 hotspot di Sumatera, dengan 225 titik berada di Riau pada Kamis pagi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan asap di Pekanbaru tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah cuaca.

Tingginya aktivitas titik panas di kawasan Sumatera menjadi salah satu indikator bahwa sumber emisi kebakaran masih menjadi perhatian dalam situasi kualitas udara saat ini.

Dalam kondisi udara sangat tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat dan olahraga yang meningkatkan frekuensi pernapasan.

Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, penggunaan masker yang sesuai perlu dilakukan untuk mengurangi paparan partikulat.

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kondisi tubuh.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi dan segera mencari lokasi dengan kualitas udara lebih baik apabila muncul keluhan kesehatan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Kondisi kemarau dan minimnya curah hujan dapat membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko kebakaran.

Dengan kualitas udara Pekanbaru yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat, persoalan kabut asap kini bukan hanya menyangkut jarak pandang, tetapi juga menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat.

Pemantauan kualitas udara dan penanganan sumber kebakaran menjadi semakin penting ketika konsentrasi partikulat masih tinggi.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
  Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved