www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, BPBD Pastikan Bukan dari Hotspot Baru
Selasa, 06 Oktober 2026 - 21:42:25 WIB
Kabut asap makin pekat di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Kabut asap makin pekat di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (6/10/2026) tidak berasal dari kebakaran lahan baru di dalam kota.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru memastikan hingga hari ini tidak ditemukan titik panas atau hotspot baru.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat persoalan asap di Pekanbaru berakhir.

Asap kiriman dari sejumlah daerah tetap berdampak terhadap kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau.

Berdasarkan pemantauan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sangat tidak sehat.

Plt Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk menegaskan, pihaknya masih memantau potensi munculnya kebakaran baru, terutama di kawasan yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran lahan.

"Untuk hotspot atau titik api di Kota Pekanbaru masih nihil, kami memastikan tidak ada titik api baru," tegas Martin.

Kondisi ini menunjukkan, persoalan kabut asap yang dirasakan warga Pekanbaru tidak selalu identik dengan munculnya kebakaran di dalam wilayah kota.

Pergerakan asap dari daerah lain tetap dapat memengaruhi kualitas udara, sehingga pemantauan tidak cukup hanya dilakukan terhadap wilayah administratif Pekanbaru.

BPBD pun terus mengerahkan tim untuk melakukan patroli di sejumlah kawasan rawan kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendeteksi sedini mungkin apabila muncul titik api baru.

"Apabila nanti ada muncul titik api baru, tentu kita bakal melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas," ujarnya.

Meski saat ini tidak ada penambahan luas lahan terbakar, catatan penanganan kebakaran lahan di Pekanbaru sepanjang Januari hingga September 2026 menunjukkan persoalan karhutla masih serius.

BPBD bersama aparat gabungan sebelumnya menangani 196 titik kebakaran lahan yang tersebar di 14 kecamatan. Total luas lahan yang terdampak mencapai 106,8 hektare.

Angka tersebut menjadi catatan penting di tengah memburuknya kualitas udara. Nihilnya hotspot baru saat ini belum berarti risiko kebakaran lahan sepenuhnya hilang.

"Kebakaran lahan yang kami tangani memang sempat meluas hingga September lalu, namun untuk saat ini nihil penambahan luas lahan terbakar," jelas Martin.

Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan. Kebakaran lahan yang terlambat diketahui berpotensi meluas dan kembali memperburuk persoalan asap di Pekanbaru.

BPBD meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan. Respons cepat diperlukan agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Kami juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya.

Sumber: pekanbaru.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: int)Tak Cukup Jalan Protokol, DPRD Pekanbaru Minta Kabel Semrawut di Gang Ikut Ditertibkan
Harga TBS Sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)CPO Anjlok Rp152, Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Ikut Terkoreksi
Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
  Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos.(foto: afrizal/halloriau.com)Sampah Menumpuk di Bagansiapiapi, DLH Rohil Ternyata Hanya Punya 4 Truk
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved