PELALAWAN - Peningkatan Jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, kembali dilanjutkan.
Kali ini, sepanjang 700 meter jalan di Kilometer (KM) 5 ditingkatkan dari konstruksi base menjadi beton (rigid pavement) untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur yang memiliki intensitas kendaraan tinggi.
Pekerjaan yang dimulai sejak Senin (2/11/2026) tersebut diprioritaskan pada simpang empat Jalan Sultan Syarif Hasyim dan Jalan Koridor, jalur penghubung Tugu Bono menuju Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 55.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pelalawan, Tengku Muhammad Syukran menjelaskan, pengerjaan mencakup 50 meter ke arah SPBU dan 650 meter menuju Kecamatan Langgam.
"Panjang Jalan Koridor yang disemenisasi 700 meter. Ukurannya dari titik simpang empat, 50 meter ke arah SPBU dan 650 meter ke arah Langgam," kata Syukran, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT RAPP, sekaligus melanjutkan peningkatan Jalan Koridor dari KM 1 hingga KM 7.
Kerja sama Pemkab Pelalawan dan PT RAPP telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) sejak 2022.
Sebelumnya, perusahaan merealisasikan peningkatan jalan sepanjang 1,1 kilometer, mulai dari lampu merah hingga simpang Jalan Townsite II.
Proyek lanjutan sepanjang 700 meter di KM 5 ditargetkan selesai pada Februari 2027.
Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari proses tender, penunjukan kontraktor, penyediaan material hingga pelaksanaan pekerjaan, menjadi tanggung jawab perusahaan.
"Targetnya selesai Februari 2027 mendatang. Proses pembangunan sudah dimulai perusahaan melalui vendornya," ujar Syukran.
Pemilihan KM 5 sebagai lokasi pekerjaan lanjutan bukan tanpa alasan. Pemkab Pelalawan menilai kawasan tersebut membutuhkan penanganan segera karena menjadi salah satu akses alternatif menuju Jalintim dengan lalu lintas kendaraan yang padat.
Perbedaan kondisi permukaan jalan antara ruas beraspal dan jalan berbasis base juga dinilai berpotensi membahayakan pengendara.
Perubahan karakter permukaan jalan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan melintas di kawasan persimpangan.
"Terus terang, potensi kecelakaan di titik itu sangat tinggi. Jadi untuk meminimalkan itu, pembangunan diutamakan di KM 5. Nanti akan ditambah lagi rambu-rambunya," jelas Syukran.
Pemkab Pelalawan berharap pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Namun, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian konstruksi, tetapi juga kualitas beton, keselamatan pengguna jalan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
Di sisi lain, pembangunan jalan tersebut mulai berdampak terhadap kelancaran lalu lintas.
Aktivitas kendaraan dari Pekanbaru maupun Pangkalan Kerinci menyebabkan perlambatan perjalanan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan bersama Satlantas Polres Pelalawan menempatkan personel di sekitar lokasi proyek.
Kadishub Pelalawan, Fery Zulkarnain Fasda Bino mengatakan, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui rekayasa dan pengalihan jalur kendaraan.
"Kami bersama Satlantas Polres Pelalawan menempatkan petugas untuk pengaturan arus lalu lintas. Ada pengalihan jalur kendaraan karena dampak proyek itu," pungkas Fery.