www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kasus Dugaan Korupsi Smart Board Rp9,5 Miliar Disdik Riau Berlanjut, Jaksa Periksa Para Saksi
Senin, 27 Juli 2026 - 16:18:45 WIB
Kejati Riau periksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi smart board di Disdik Riau.(foto/int)
Kejati Riau periksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi smart board di Disdik Riau.(foto/int)

PEKANBARU – Penyidikan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan smart board senilai Rp9,5 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau terus bergulir.

Tim jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau masih menggali keterangan sejumlah saksi untuk memperkuat alat bukti dalam perkara tersebut.

Kejati Riau belum membeberkan jumlah saksi yang telah dimintai keterangan. Pemeriksaan terhadap para saksi disebut masih berlangsung sebagai bagian dari proses penyidikan.

"Sampai saat ini proses pemeriksaan para saksi masih berjalan," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati Riau, Zikrullah, Senin (27/7/2026).

Selain memeriksa saksi, penyidik sebelumnya melakukan penggeledahan di Kantor Disdik Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis pekan lalu, mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.06 WIB.

Dari penggeledahan itu, jaksa mengamankan sejumlah dokumen serta alat bukti elektronik yang dinilai berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan smart board.

"Penyidik berhasil mengamankan dokumen dan alat bukti elektronik," kata Zikrullah.

Barang bukti tersebut ditemukan dari ruang Kepala Bidang SMA serta sejumlah ruangan staf Disdik Riau.

Penyitaan itu dilakukan untuk mendukung proses pembuktian dan mengungkap lebih jauh dugaan tindak pidana yang sedang disidik.

"Hal-hal yang terkait dengan penanganan perkara, penyidik masih berupaya melakukan pemenuhan alat bukti," lanjutnya.

Proses penggeledahan tersebut turut menarik perhatian. Berdasarkan pantauan di lokasi, sembilan orang penyidik Kejati Riau terlihat meninggalkan gedung Disdik Riau setelah menjalankan pemeriksaan dan penggeledahan.

Para penyidik mengenakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi. Mereka juga tampak menggunakan masker saat keluar dari gedung.

Tim membawa tiga kotak kontainer yang diduga berisi barang bukti hasil penggeledahan. Dua kontainer terlihat berwarna putih dengan tutup hijau tosca, sedangkan satu lainnya berwarna putih dengan tutup ungu.

Barang bukti tersebut kemudian diangkut menggunakan satu unit Toyota Hilux dan dua unit Toyota Innova. Ketiga kendaraan meninggalkan kompleks Kantor Disdik Riau secara beriringan.

Dalam proses pengamanan, tim penyidik juga terlihat mendapat pengawalan dari dua personel TNI bersenjata.

Perkara dugaan korupsi pengadaan smart board tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan di Bidang Pidsus Kejati Riau.

Status perkara ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang diterbitkan pada 15 Juli 2026.

Penggeledahan di Kantor Disdik Riau menjadi salah satu langkah penyidik dalam proses pengumpulan alat bukti.

Dokumen dan perangkat elektronik yang diamankan akan ditelusuri untuk memperjelas rangkaian dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan tersebut.

Hingga kini, Kejati Riau masih melakukan pemeriksaan saksi dan pemenuhan alat bukti.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah saksi yang telah diperiksa maupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved